Smanba Adakan Workshop Pembinaan FIKSI Program Sekolah Zonasi

Bangil- Sabtu, 7 September, SMAN 1 Bangil telah melaksanakan workshop Pembinaan Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) yang merupakan bagian dari program Sekolah Zonasi SMA Negeri 1 Bangil Tahun 2019. Workshop ini diadakan sendiri oleh SMA Negeri 1 Bangil dengan pemateri yaitu ibu Sri Subekti dari Media Guru yang juga seorang penulis dan eritor, ibu Ani Herinia selaku guru PKWU kita tercinta, ibu Silfiyah sebagai guru Bahasa Indonesia dan juga seorang penulis novel.

Workshop ini diikuti oleh sekolah-sekolah SMA yang ada di zonasi SMANBA diantaranya yaitu SMAN 1 Bangil, SMAN 1 Rembang, SMA Al-Aziz, SMA Al-Ma’hadul Islami, SMA DarutTauhid, dan SMA Yadika.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Bapak Dwi Cahyo S selaku Kepala Sekolah dari SMAN 1 Bangil, kemudian dilanjut oleh pemateri pertama yaitu Ibu Sri Subekti yang memberikan motivasi kepada para peserta untuk menjadi seorang penulis yang ulet dan tak mudah menyerah. Selain itu Pula, bahwa menjadi penulis juga merupakan sebuah entrepreneur baru yang menjanjikan.

Setelah itu, dilanjut materi kedua dari bu Ani Herinia selaku guru PKWU SMAN 1 Bangil yang memberikan materi tentang kewirausahaan atau entrepeneur. Topik yang diangkat beliau adalah mengenai bagaimana menjadi seorang entrepreneurship yang berpendirian kuat.
“Wirausaha tidak boleh putus asa, harus berani dalam bertindak dan bertanggungjawab,”¬† begitu kata bu Ani.

Kemudian, beliau juga membahas tentang proposal FIKSI dimana beliau menyampaikan bahwa isi proposal yaitu  produk yang sudah mempunyai media informasi dan produk yang memang diperdagangkan, sehingga suatu produk tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

Kemudian dilanjut pemateri ketiga yaitu ibu Silfiyah yang menjelaskan tentang karya ilmiah, nilai yang terkandung dari karya ilmiah hingga bagaimana cara menyusunnya. Hal lain yang ditunggu peserta adalah materi mengenai novel yang dilanjut dengan diskusi tanya jawab.
Peserta yang datangpun sangat antusias menghujani dengan berbagai macam pertanyaan, tidak hanya saat materi ketiga, tapi kedua materi sebelumnya juga begitu. Beliau menyampaikan bahwa supaya novel tidak putus di tengah jalan, maka jangan membaca ulang, tetapi harus diselesaikan terlebih dahulu sampai akhir cerita. Terakhir, acara langsung ditutup oleh ibu Silfiyah dimana beliau juga bertindak sebagai moderator.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *