Dua Sekar Geografi Meraih Juara

Sebuah pencapaian yang membahagikan, dimana Zulvi dari 12 Ips 3 dan Farah Aziz 11 Mipa 5 yang telah mendapatkan juara harapan dua dalam National Geolympiad VI- Olimpiade Geografi Nasional Tingkat SMA/Sederajat Tahun 2019 yang bertemakan Aktualisasi Kecerdasaan Spasial Sebagai Penguatan Potensi Wilayah dan Manajemen Risiko Bencana Di Indonesia dalam Era Revolusi Industri 4.0. Kegiatan ini sendiri, dilaksanakan di Universitas Negeri Malang.

 

Pada pelaksanaan lomba ini, mereka harus bersaing dari berbagai kompetitor yang tidak hanya berasal dari Jawa TImur. Sebelumnya, mereka harus berjuang melalui 4 tahapan seleksi yang dimulai dari:

1)Tahap penyisihan (8 September 2019) dimana soal berbentuk seleksi tulis 100 soal yang kemudian diambil 35 peserta dengan nilai tertinggi nasional.

2) Tahap semifinal berupa Test Praktikum Lab. (28 September 2019)

a. Praktik membuat jalur evakuasi bencana menggunkan Satelit GPS,

b. Praktik Demografi(kependudukan)

c. Praktik Meteorologi dan klimatologi

d. Praktik Kartografi dan Perpetaan.

3). Tahap Final berupa presentasi dan tanya jawab dari Infografis yang sudah dibuat dan dikirimkan beberapa hari sebelum hari pelaksanaan grand final yang kemudian diambil 7 besar.

4) Tahap Grand Final berupa soal Problem Solving dimana peserta diberikan satu kasus. Kemudian dianalisa on the spot di depan podium.

 

Sebuah kebanggan tersendiri bagi mereka Karena bisa membawa nama Smanba dalam lomba tersebut.

“Untuk menjadi juara tersebut, ada beberapa tips sederhana yakni jangan lupa berdoa sama Allah, minta doa restu orang tua, orang terdekat dan guru, kemudian kerjakan pekerjaan dengan ikhlas dan selalu mencoba. Selain itu, yang terpenting harus fokus pada satu bidang,” tutur Zulvi yang juga pernah meraih juara 1 OSN Kebumian Pasuruan 2019.

 

Senada dengan Zulvi, bagi Farah keberhasilan tidak terlepas dari usaha yang diperjuangkan. Sebuah kegagalan merupakan kemenangan yang tertunda.

“Tipsnya yaitu harus mau mencoba jangan takut kalah, kalau kalah artinya belum waktunya menang, kalau menang artinya harus tetap bersyukur dan rendah hati,” ungkap Farah.

 

Selain itu, keberhasilan mereka dalam perlombaan ini tidak terlepas dari jasa Bu Nurhaida yang merupakan guru pembimbing geografi yang selalu mendukung dan memberikan motivasi untuk selalu berjuang dan pantang menyerah. Alhasil, mereka sudah merasakan manisnya sebuah kemenangan.