Roadshow Guru Idola

 Kamis, 20 Agustus 2009 08:16:45 - oleh : mashisyam
Rating: 3.9/10 (9 votes cast)
Share |

6 agustus 2009, harian terkemuka Radar Bromo mengadakan program “Roadshow Guru Idola” di SMAN 1 Bangil. Acara ini bertjuan untuk memilih seorang guru idola di SMAN 1 Bangil. Salah satu cara untuk mendukung guru idola adalah dengan mengumpulkan ballot guru idola yang terdapat di saalah satu halaman koran radar brom.Pengumpulan balot terseut tidak hanya dilakukan para siswa, tapi alumni SMAN 1 Bangil yang tergabung dalam Ikatan Alumni SMAN 1 Bangil (IKASMANBA) pun turut ambil andil dalam acara ini untuk memberi dukungan.


Sebelumnya, para pengurus OSIS telah membagikan balot pada siswa-siswi SMAN 1 Bangil. Dari sekian banyak siswa-siswi yang mengumpulkan suara, terpilihlah tiga guru yang masuk nominasi untuk dinobatkan pada acara roadshow guru idola, yakni : Heri Sulistyowarni sebagai guru matematika, serta Solichah dan Sugiono sebaai guru bahasa inggris. Persiapan dalam menyambut pemilihan guru idola ini dilakukan dalam waktu kira-kira satu minggu. Para siswa juga sudah menyiapkan sepeda hias yang digunakan untuk mengawal guru idola yang terpilih. Tak ketinggalan pula delman, panggung, serta kreasi seni yang sedianya ditampilkan dalam acara tersebut.

Bukan SMANBA namanya kalau tidak meriah. Partisipasi para siswa dalam program ini pun luar biasa. Sebagian sudah menyiapkan diri dengan riasan dan yel-yel untuk menyupport guru yang mereka beri dukungan. Berulang kali terdengar kalimat “Mom Heri satu, pendukungnya banyak”. Pendukung bu Solichah dan pak Sugiono pun tak mau kalah. Mereka bertepuk tangan dan melambai setiap nama kedua guru itu disebut. Para guru pun diminta untuk memberikan sepatah dua patah kata sejenak sebelum pengguntingan dan pengisian balot masal dimulai. Ibu Heri mengungkapkan bahwa tugas pengabdian seorang guru ibarat lagu Tak Gendong-nya Mbah Surip, “Guru harus selalu menjadi relawan tanpa pamrih untuk menggendong ke mana-mana muridnya. Utamanya ke jalan yang lurus”. Ungkapnya sejenak lantas tersenyum lantara para pendukungnya kemudian bersorak-sorai. Sementara Sugiono mengibaratkan tugas guru sebagai seseorang yang menentukan isi balon. Supaya dapat terbang. Bila isi yang dimasukkan ke dalam balon adalah hal yang positif, maka balon pun membumbung tinggi.
Pada saat penghitungan suara, Rr. Heri Sulistyowarni meraup suara terbanyak, yakni 628 suara yang kemudian tentu saja, dinobatkan sebagai guru idola. Sementara Solichah mendapat dukungan sekitar 318 suara, dan Sugiono mendapatkan 300 suara. Berkat kemenangan ini, bu Heri pun berhak menaiki delman yang dihias serupa kereta kencana yang kemudian diarak menuju alun-alun Bangil. Tentu saja masyarakat luas turut menyaksikan seorang Heri yang dinobatkan sebagai guru idola dan telah bersaing dengan sekitar 70 orang guru lainnya.
Even yang diadakan oleh radar bromo ini adalah salah satu bentuk wujud terima kasih kita pada para guru. Bahwa guru adalah seseorang yang berarti dalam hidup kita. Karena Tanpa pengabdian beliau, hati kita kosong tanpa ilmu. Tanpa kasih sayang beliau, kita tak akan mengerti arti hidup. Tanpa curahan pengertian beliau, tak akan ada embun penyejuk yang menetes sebagai air mata kita.
Engkau Patriot Pahlawan Bangsa……Tanpa Tanda jasa….

kirim ke teman | versi cetak

Share |

Berita "Berita Terkini" Lainnya

Logo