Oleh: Irodatul Hasanah XII IBB 2

Penyesalan bermula akibat buah bibir di sudut kota,
anak manusia dengan segudang kata
tempo hari berkesah tiba-tiba
Menyeret jeritan malam di tengah kebisingan serangga
Matanya perlahan menyipit sebagai tanda
Tipu daya manusia adalah
akibat dari semua luka

Tiada yang dapat menahan siksa
penat payah telah dirasa setiap negara
Gundah gulana tiada lagi dapat dikata
Perlahan semua ditempa
demi menghapuskan beban derita

Tetap diam di situ dan jangan ke mana-mana!
Tuan, jeritan ini teramat lekat di kepala
Tak apalah agar kautahu hiruk pikuk dunia
Tentang harapan yang mulai sirna,
jangan pula kaumenabur nestapa
Sebab yang terjadi adalah buah cinta dari sang pencipta

Anak manusia dengan segudang kata
Bertimbang pada nasihat yang membabi buta
Ada rasa iba di dada, melihat mereka yang bertakhta tak lagi berdaya
Di depan seakan berdiri menjadi raja,
dengan sejuta biantara yang
menggema di seluruh jagat raya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *